PWI DIJUAL MURAH: KETIKA MARWAH DITUKAR FOTO DAMAI
Semua kegagahan itu runtuh seketika saat foto beredar: Ketum PWI berjabat tangan, tersenyum, berdamai dengan Hotman Paris Hutapea di depan "Godfather politik" Sufmi Dasco Ahmad.
ICW menegaskan bahwa MBG perlu dihentikan. Pemerintah harus menghentikan program MBG dibarengi dengan pembubaran BGN. Setelah itu, anggaran MBG harus segera dialokasikan ke kebijakan lain yang lebih bermanfaat bagi publik.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Pencopotan dan penahanan kepala Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang harus dihormati. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional dan independen.
ICW meminta agar aparat penegak hukum harus menelusuri dugaan penyimpangan lain dalam proyek MBG. Pemeriksaan tidak boleh berhenti pada dugaan tindak pidana yang saat ini sedang diusut, tetapi juga potensi penyimpangan lain termasuk konflik kepentingan dalam penunjukan mitra dan pengadaan barang dan jasa. Demikian siaran pers ICW pada Rabu, 3 Juni 2026 yang diterima redaksi Indowork.id.
Selain itu, aparat penegak hukum harus menelusuri para pihak yang patut diduga terlibat dalam dugaan pelanggaran proyek MBG, tidak boleh hanya berhenti pada Kepala BGN dan Wakil Kepala BGN.
ICW juga mengingatkan bahwa pemerintah harus membuka seluruh dokumen, kontrak, dan informasi terkait pelaksanaan proyek MBG kepada publik. Dokumen tersebut penting untuk dibuka untuk pengawasan publik dan memastikan tidak ada penyimpangan lainnya.
Hal lain yang penting adalah pemerintah dan seluruh pihak harus menjamin tidak ada intervensi terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
ICW menilai pencopotan Kepala BGN tidak menyelesaikan persoalan. Masalah MBG tidak hanya mengenai tata kelola, melainkan kebijakan yang dijadikan alat politik untuk memperkuat atau memperluas dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Mencopot Kepala BGN, terlebih lagi menggantinya dengan orang yang merupakan pendukung Prabowo dalam pilpres tidak akan menyelesaikan masalah MBG. Keputusan itu justru semakin mencerminkan langkah mengamankan kepentingan politik melalui kebijakan MBG.
ICW menegaskan bahwa MBG perlu dihentikan. Pemerintah harus menghentikan program MBG dibarengi dengan pembubaran BGN. Setelah itu, anggaran MBG harus segera dialokasikan ke kebijakan lain yang lebih bermanfaat bagi publik.
Semua kegagahan itu runtuh seketika saat foto beredar: Ketum PWI berjabat tangan, tersenyum, berdamai dengan Hotman Paris Hutapea di depan "Godfather politik" Sufmi Dasco Ahmad.
Program MBG itu niatnya mulia. Tapi niat mulia tanpa eksekusi bersih akan melahirkan generasi yang bukan cuma stunting, tapi juga keracunan. Dan itu jauh lebih mahal biayanya.
Inilah cara LPDS merayakan ulang tahun. Bukan dengan pesta besar. Tapi dengan kerja: membuat wartawan lebih kompeten, dan membuat sejarah lebih lengkap.