Dukungan untuk Demo Mahasiswa, Dari Zaskia Adya Mecca Hingga Pengusaha
Zaskia Adya Mecca mengungkapkan bahwa langkahnya ini murni atas inisiatif pribadi tanpa mewakili kelompok, lembaga, atau kepentingan politik mana pun.
Esse enim nihil expedita odit. Et id sit occaecati velit facilis magnam neque delectus. Laborum alias veniam explicabo.
Presiden Soeharto menandatangani prasasti peresmian jalan Tol Jagorawi pada 9 Maret 1978[/caption]
Hal ini terjadi karena ekonomi Indonesia mengalami perubahan struktur. Indonesia yang awalnya negara agraris menjadi negara semi industri. Akibatnya, terjadi peningkatan pendapatan masyarakat, perubahan teknologi, dan kebijakan industrialisasi.
Sementara itu, keadaan jalan yang bercampur fungsi akan menimbulkan kepadatan lalu lintas dan menghambat kelancaran roda ekonomi.
Mulanya, pemerintah merencanakan pembangunan jalan Tol Jagorawi sebagai akses penghubung antara Jakarta-Bogor dalam mendukung alur distribusi ke lokasi pabrik Semen Cibinong.
Pemerintah memiliki alasan tersendiri kenapa memilih lokasi antara Jakarta-Bogor-Ciawi, dalam kajian ini jalan tol akan difungsikan sebagai alternatif jalan lama yang sudah padat.
[caption id="attachment_979" align="alignright" width="300"]
Presiden Soeharto membayar Tol pertama kali di gardu Tol Jagorawi[/caption]
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan supervisi dilaksanakan dari 1974-1978. Selama pelaksanaan pembangunan proyek Jagorawi, Ditjen Bina Marga mempunyai gagasan untuk menerapkan sistem jalan tol di Indonesia.
Kemudian, untuk mewujudkan gagasan sistem tol yang terintegrasi Ditjen Bina Marga melakukan studi Jakarta-West Java Tollway System pada 1975-1976.
Penjelasan konsep sistem Tol oleh Ir. Sutami kepadaZaskia Adya Mecca mengungkapkan bahwa langkahnya ini murni atas inisiatif pribadi tanpa mewakili kelompok, lembaga, atau kepentingan politik mana pun.
Baru 2 hari, tapi tensi Piala Dunia 2026 udah kerasa. Tuan rumah Meksiko start mulus, Korsel kasih kejutan, dan nanti malam Brazil turun. Pantau terus, karena poin di laga perdana sering jadi kunci lolos fase gugur.
Seharian ini saya ngerasain dua wajah Sukabumi. Pagi dia ngajak kita tenang, inget Sang Pencipta di masjid kebanggaan kota. Siangnya dia nantang kita buat taklukin takut di atas jembatan. Spiritual dapet, petualangan dapet. Pulang-pulang hati penuh, galeri HP penuh, kaki pegel-pegel dikit. Tapi justru itu yang bikin kangen. Wahai Sukabumi, kami datang... dan pasti balik lagi.