PR untuk Bullion Bank Indonesia
Ini tantangan kita. Di era bunga 6%, siapa yang mau naruh duit di "tabungan emas" yang bunganya 0%? Beranikah bullion bank memberikan bunga pada tabungan emas? Misal 2-3% per tahun.
Bulan Juli adalah musim publikasi laporan keuangan 2Q26. Mudah-mudahan naiknya biaya energi tidak membawa dampak yang terlalu buruk.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Setelah 72 bulan berturut-turut mencatat surplus, neraca dagang Indonesia mengalami defisit US$1.61 miliar pada Juni lalu. Bisa difahami karena neraca migas defisit dalam, impor migas naik lebih dari 70%. Neraca non migas masih surplus.
Akibatnya, inflasi Juni naik ke 3.34 yoy dari 3,08 bulan sebelumnya. Indeks manufaktur (PMI) kontraksi ke 46,9 vs. 50 bulan lalu.
Tanpa perbaikan kinerja pada bulan bulan mendatang 2H26, membuka peluang melebarnya defisit transaksi berjalan. Bila itu terjadi, cadangan devisa akan turun, memicu capital outflows lebih jauh, tekanan terhadap rupiah, dan memaksa BI menaikkan tingkat bunga acuan, naiknya imbal hasil SBN, mengerek biaya dana.
Bulan Juli adalah musim publikasi laporan keuangan 2Q26. Mudah-mudahan naiknya biaya energi tidak membawa dampak yang terlalu buruk.
Markitu. Mari kita tunggu.
*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id
Ini tantangan kita. Di era bunga 6%, siapa yang mau naruh duit di "tabungan emas" yang bunganya 0%? Beranikah bullion bank memberikan bunga pada tabungan emas? Misal 2-3% per tahun.
DAMRI dan PT Amman Mineral Internasional Tbk menjajaki peluang implementasi bus listrik untuk mendukung angkutan karyawan di kawasan Batu Hijau, Sumbawa Barat. Penjajakan ini dilakukan setelah rombongan AMMAN mengikuti site visit dan uji coba bus listrik di Unit Perbengkelan DAMRI, Jakarta Timur.
DAMRI menjajaki penggunaan bus listrik untuk mendukung layanan shuttle MotoGP Mandalika 2026. Rencana ini dibahas dalam site visit bersama perwakilan Pemprov NTB, Dinas Perhubungan NTB, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk di Unit Perbengkelan DAMRI, Jakarta Timur.