PLTGU Jawa Satu Perkuat Keandalan Listrik Jawa-Bali
Dengan kapasitas 1.760 megawatt, PLTGU Jawa Satu menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali 500 kV.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: DEWA (PT Darma Henwa Tbk) adalah sebuah perusahaan pertambangan yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini memiliki empat kantor operasional, yakni di Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kutai Timur, dan Balikpapan. Perusahaan ini adalah bagian dari Bakrie Group.
Pekan ini saya mulai memasukkan saham DEWA ke dalam portofolio saya. Boleh jadi DEWA memang makhluk kahyangan. Tidur bertahun tahun, tiba tiba bangun dan loncat! Laba1Q25 naik fantastis. Mencengangkan. Tapi bukan itu yang utama mendorongku. Aku selalu ngoceh bahwa Investment is future oriented business Keputusan investasi ku memang hanya bertumpu pada satu faktor: prospek perusahaan That's all. Aku menyimak rencana transformasi besar yang dirancang DEWA. Boleh jadi inspirasi mimpi dari tidur panjang. Pertama, restrukturisasi utang dengan mengkonversi utang jadi saham. Lalu pinjaman sindikasi untuk mendanai ekspansi Kedua, menjadi kontraktor pertambangan penuh. Lha captive market BUMI aja sudah luar biasa, apalagi kalau serius cari pelanggan di Kalimantan. Surga batu bara Indonesia. Ketiga, rencana menjadi holding dari infrastruktur pertambangan terintegrasi termasuk perkapalan.
[caption id="attachment_17499" align="alignleft" width="300"]
Hasan Zein Mahmud[/caption]Puncaknya, memiliki tambang sendiri. Bukan, bukan batubara. Tapi emas. Memang masih butuh 2 - 3 tahun lagi agar rencana besar itu terealisasi. Dan tidak tertidur lagi. Tapi begitu jumlah cadangan emas anak perusahaan diumumkan, kalau signifikan, dengan kadar emas yg signifikan?pula, gairah pemodal akan terlecut. *) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Infrastruktur.co.id
Dengan kapasitas 1.760 megawatt, PLTGU Jawa Satu menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali 500 kV.
Saya sepakat dengan ustadz Ahmad Masykur bahwa banjir di Sumatra yang meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, bukanlah musibah. Lho kok bisa? "Ini bukan bencana alam tapi kejahatan lingkungan," katanya. Anak Betawi lulusan dari pascasarjana Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, tersebut mengatakan bagi mereka yang berpendapat bahwa hal itu sebagai musibah berarti menyalahkan Allah.